Lakip DKP2 2018

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Organisasi
    1. Data Umum Organisasi

Kabupaten Luwu Timur, memiliki luas wilayah 6.994,88 km2 atau 11,14 % luas Provinsi Sulawesi Selatan, terdiri dari 11 kecamatan dan terdapat  127 Desa/kelurahan. Secara geografis Kabupaten Luwu Timur berada di sebelah Selatan garis katulistiwa, tepatnya terletak diantara 2o03’00’’ - 3o03’25’’ LS dan 119o28’56’’ - 121o47’27’’ BT. Sebelah Utara dan Timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah Selatan dengan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Teluk Bone, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara.

Pembangunan Bidang Kelautan, Perikanan dan Pangan di Kabupaten Luwu Timur berpedoman pada Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Tahun 2018 – 2021 yang berisi uraian visi dan misi untuk mewujudkan Kabupaten Luwu Timur sebagai Kabupaten Terdepan dalam Pembinaan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Perikanan dan Pangan dalam periode lima tahun.

Pengelolaan Sumber daya Kelautan, Perikanan dan Pangan sebagai bentuk pelaksanaan misi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan komsumsi dan pendapatan dengan meningkatkan produktivitas perikanan dengan indikator target pembangunan antara lain peningkatan produksi perikanan, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM pembudidaya dan nelayan.

Komitmen  Pemerintah  Kabupaten Luwu Timur dalam meningkatkan pelayanan terhadap kelompok nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir pada umumnya, diwujudkan dengan pembentukan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur melalui Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 27 Tahun 2005.     

 

  1. Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor : 8 Tahun 2016, terdiri dari :

  1. Kepala Dinas
  2. Sekretariat yang didukung oleh tiga sub bagian yaitu :
    • Bagian Perencanaan
    • Sub Bagian Keuangan
    • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
  3. Bidang Perikanan Budidaya yang didukung oleh dua seksi yaitu
    • Seksi Pemberdayaan dan kelembagan pembudidaya ikan
    • Seksi Sarana prasarana budidaya, teknologi dan kesehatan ikan
  4. Bidang Perikanan Tangkap didukung oleh dua seksi yaitu :
    • Seksi Pemberdayaan dan kelembagan nelayan kecil
    • Seksi Sarana prasarana dan teknologi perikanan tangkap
  5. Bidang Diversifikasi dan Penanganan Pasca Panen didukung oleh dua seksi yaitu :
  • Seksi pemasaran dan penanganan pasca panen
  • Seksi sarana prasarana dan teknologi pengolahan hasil
  1. Bidang ketersediaan dan keamanan pangan didukung oleh tiga seksi yaitu :
  • Seksi ketersediaan dan kerawanan pangan
  • Seksi konsumsi dan keamanan pangan
  • Seksi distribusi pangan
  1. Kelompok Jabatan Fungsional
  2. Unit Pelaksana Teknis Dinas

Jumlah Pegawai Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur hingga akhir tahun anggaran 2018 sebanyak 28 orang  Pegawai Negeri Sipil terdiri dari :

  1. a) Pejabat Struktural berjumlah 13 orang dengan rincian :

-    Eselon II                    : 1 orang

-    Eselon III                   : 5 orang

-    Eselon IV                   : 11 orang

  1. b) Staf berjumlah 11 orang Dengan rincian :
  • Golongan IV             : 7 orang
  • Golongan III : 6 orang
  • Golongan II : 5 orang

 

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan

 

 

  1. Peran Organisasi

Tugas Pokok Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan secara umum berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 38 Tahun 2016 yakni membantu Bupati dalam memimpin dan melaksanakan urusan pemerintahan bidang kelautan, perikanan dan pangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Pemerintah Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kab. Luwu Timur mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Perumusan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Perikanan Tangkap;
  2. Perumusan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Perikanan Budidaya;
  3. Perumusan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Diversifikasi Hasil Perikanan;
  4. Perumusan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Ketersediaan dan keamanan Pangan;
  5. Perumusan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan kesekretariatan yang menunjang tugas organisasi;
  6. Pelaksanaan administrasi dinas;
  7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait tugas dan fungsinya.

  

  1. Strategi Organisasi

Rencana Strategis Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Luwu Timur dan Renstra Kementerian Kelautan, Perikanan dan Pangan RI. Rencana strategis tersebut dimaksudkan untuk membangun proses perencanaan pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan dengan memanfaatkan segala potensi dan sumberdaya Kelautan, Perikanan dan Pangan yang dimiliki oleh Kabupaten Luwu Timur

  1. Visi Dan Misi

Visi merupakan pandangan jauh ke depan, ke mana dan bagaimana instansi pemerintah harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi tidak lain adalah suatu gambaran perencanaan tentang keadaan masa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh instansi Pemerintah.

Adapun Visi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan sejalan dengan Visi Kabupaten Luwu Timur Tahun 2016 – 2021 yaitu Kabupaten Luwu Timur Terkemuka 2021.

 

  1. Tujuan Stategis

Tujuan Strategis merupakan hasil akhir yang akan dicapai dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun yang menggambarkan arah strategik organisasi untuk meletakkan kerangka prioritas dengan memperhatikan arah semua program dan aktivitas organisasi pada pembagian misi.

Adapun tujuan strategik Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatnya Produksi Perikanan
  2. Meningkatnya Ketahanan Pangan
  3. Meningkatnya Pelayanan pada Sektor Kelautan, Perikanan dan Pangan

 

  1. Indikator Kinerja Tujuan dan Target Jangka Menengah

Agenda ke- 6 RPJMD yang menjadi acuan indikator kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan yaitu Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Sektor Unggulan Daerah untuk mengantisipasi perkembangan situasi perekonomian nasional dan internasional; upaya peningkatan kualitas pembangunan di segala bidang guna menuju pengembangan sistem agroindustri yang mengakomodasi pertambahan nilai dari seluruh produk daerah, terutama produk pertanian dalam arti yang luas. Salah satu kebijakan yang yang diterapkan yaitu : Merevitalisasi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan. Sasaran umum yang akan dicapai antara lain :

  • Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap
  • Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya
  • Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan
  • Tersedianya Pangan Strategis
  • Tercapainya Keamanan Pangan
  • Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Secara umum indikator kinerja tujuan dan Target Jangka Menengah Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Tahun 2016-2021 yang terrtuang dalam RENSTRA dapat diuraikan sebagai berikut :

 

Tujuan 1 : Meningkatkan produksi perikanan

Tabel 1   : Sasaran dan indikator kinerja sasaran pada tujuan 1

Sasaran

Indikator Kinerja Sasaran

1.    Meningkatnya produksi perikanan Tangkap

2.    Meningkatnya produksi perikanan budidaya

3.    Meningkatnya produksi diversifikasi Hasil Perikanan

-       Jumlah produksi perikanan tangkap (ton)

-       Jumlah produksi perikanan budidaya (ton)

-       Jumlah produksi pengolahan ikan (ton)

 

 

Tujuan 2 : Meningkatnya Ketahanan Pangan

Tabel 2   : Sasaran dan indikator kinerja sasaran pada tujuan 2

Sasaran

Indikator Kinerja Sasaran

4.    Tersedianya Pangan Strategis

5.    Tercapainya Keamanan Pangan

 

-       Jumlah pangan strategis yang tersedia (ton)

-       Jumlah Komoditi Pangan Segar yang aman sesuai Hasil Uji Laboratorium (varietas)

 

 

Tujuan 3 : Meningkatnya Pelayanan pada Sektor Kelautan, Perikanan dan Pangan

Tabel 3   : Sasaran dan indikator kinerja sasaran pada tujuan 3

Sasaran

Indikator Kinerja Sasaran

6.    Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

-       Persentase rata-rata capaian indikator sasaran SKPD

 

Pemetaan Indikator Kinerja Tujuan dan Target Jangka Menengah Tahun 2018  - 2020 dapat diliat pada table sebagai berikut :

 

Tabel. 4

Indikator Tujuan dan Taget Jangka Menengah Pelayanan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Tahun 2016-2021

No.

TUJUAN

INDIKATOR TUJUAN

SASARAN

INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

2016

2017

2018

2019

2020

1

Meningkatnya Produksi Perikanan

Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap

Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap

1.1.   Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton)

 

 

8,702

8,745

8,788

8,832

8,875

Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya

1.2.   Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

 

 

306,745

307,500

308,300

309,100

309,950

Peningkatan Produksi Diversifikasi Hasil Perikanan

Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan

1.3.   Jumlah Produksi pengolahan Ikan (Ton)

298

302

305

306

308

2

Meningkatnya Ketahanan Pangan

Peningkatan Ketersediaan Pangan Strategis yang aman

Tersedianya Pangan Strategis

1.    

2.    

2.1.   Jumlah pangan strategis yang tersedia (Ton)

 

192,200

192,200

193,738

195,288

218,880

Tercapainya Keamanan Pangan

2.2.   Jumlah Komoditi Pangan Segar yang aman sesuai Hasil Uji Laboratorium (Varietas)

 

12

8

7

7

6

3

Meningkatnya Pelayanan pada Sektor Kelautan, Perikanan dan Pangan

Peningkatan rata-rata capaian Rencana Strategis

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

3.   

3.1.  Persentase Meningkatnya kualitas SDM aparatur (%)

60

65

70

75

80


  1. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran

Indikator Kinerja Utama (IKU)  2016-2021 sebagai Sasaran Strategis yang tertuang Renstra Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan, sebagai berikut :

  1. Jumlah Produksi Perikanan Tangkap
  2. Jumlah Produksi Perikanan Budidaya
  3. Jumlah Produksi pengolahan Ikan
  4. Jumlah pangan strategis yang tersedia
  5. Jumlah Komoditi Pangan Segar yang aman sesuai Hasil Uji Laboratorium
  6. Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Rencana Kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan kab. Luwu Timur Tahun 2018 tertuang dalam  Rencana Kerja Tahunan yang diselaraskan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) diuraikan sebagai berikut :

Tujuan ke – 1 :    Meningkatkan produksi perikanan

Sasaran 1       :    Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap

Tabel  5 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 1

Indikator Kinerja

Target

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (ton)

 

8.788

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program Pengembangan Perikanan Tangkap, dengan beberapa kegiatan antara lain :
  • Pengembangan sarana prasarana penangkapan ikan
  • Pendampingan pada kelompok Nelayan perikanan tangkap
  • Pembangunan tempat pelelangan ikan

 

  • Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, dengan beberapa kegiatan antara lain :
    • Pendampingan Sertifikasi nelayan
    • Peningkatan keterampilan/kapasitas pelaku utama perikanan
    • Pembinaan desa pesisir dalam pelestarian sumberdaya kelautan perikanan
    • Penyuluhan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya kelautan perikanan

 

Tujuan ke – 1 :    Meningkatkan produksi perikanan

Sasaran 2       :    Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya

Tabel  6 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 2

Indikator Kinerja

Target

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (ton)

 

308.300

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program Pengembangan Budidaya Perikanan, meliputi kegiatan :
  • Pengembangan bibit ikan unggul
  • Pendampingan pada Kelompok Pembudidaya Ikan,
  • Pengawasan dan pengendalian hama/penyakit ikan
  • Pengembangan sarana produksi budidaya ikan / rumput laut
  • Pembangunan jalan produksi Tambak
  • Pembangunan jembatan tambak dan plat decker
  • Pembangunan/rehabilitasi sarana produksi budidaya
  • Fasilitasi sertifikasi lahan tambak
  • Penyusunan data statistik perikanan

 

 

 

 

Tujuan ke- 1   :    Meningkatkan produksi perikanan.

Sasaran 3       :    Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan

 

Tabel  7 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 3

Indikator Kinerja

Target

 

Jumlah Produksi pengolahan Ikan (ton)

 

305

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program Optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dengan kegiatan :
  • Optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
  • Pembinaan dan pengembangan kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
  • Penyediaan keikutsertaan promosi serta pameran produk perikanan dan pangan

 

Tujuan ke- 2   :    Meningkatnya Ketahanan Pangan

Sasaran 4       :    Tersedianya Pangan Strategis

 

Tabel 8 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 4

Indikator Kinerja

Target

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia

 

193.738

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program pengembangan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan, dengan kegiatan :
  • Rapat koordinasi dewan ketahanan pangan
  • Pendampingan Ketahanan Pangan
  • Pengembangan cadangan pangan daerah
  • Pengembangan lumbung pangan Desa dan sarana pendukungnya
  • Penyusunan dan analisis Neraca Bahan Makanan
  • Pemetaan ketahanan dan kerawanan pangan
  • Pengembangan Desa Mandiri Pangan
  • Penanganan Kerawanan dan Kerentanan Pangan
  • Program pengembangan distribusi dan harga pangan, dengan kegiatan :
  • Pengembangan model distribusi pangan yang efisien
  • Pengembangan dan pengelolaan informasi harga pangan strategis
  • Fasilitasi dan Penyusunan Sistem Kewaspaan Pangan dan Gizi

 

Tujuan ke- 2   :    Meningkatnya Ketahanan Pangan

Sasaran 5       :    Tercapainya Keamanan Pangan

 

Tabel 9 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 5

Indikator Kinerja

Target

 

Jumlah Komoditi Pangan Segar yang aman sesuai Hasil Uji Laboratorium (varietas)

 

7

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan, dengan kegiatan :
  • Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan
  • Peningkatan mutu dan keamanan pangan
  • Internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan
  • Penyusunan dan analisis Pola Pangan Harapan (PPH)
  • Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Tujuan ke – 3 :    Meningkatnya Pelayanan pada Sektor Kelautan, Perikanan dan Pangan

Sasaran 6       :    Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Tabel 10 : Indikator dan Target Kinerja Sasaran 6

Indikator Kinerja

Target

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik (%)

 

70

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program pelayanan administrasi perkantoran, dengan kegiatan :
  • Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik
  • Penyediaan jasa kebersihan kantor
  • Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
  • Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
  • Penyediaan bahan bacaan
  • Rapat koordinasi keluar daerah
  • Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis
  • Penyediaan penunjang administrasi kesekretariatan SKPD
  • Monitoring dan evaluasi
  • Kunjungan kerja dalam daerah
  • Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan kegiatan :
  • Pembangunan gedung kantor
  • Pengadaan kendaraan dinas operasional
  • Pengadaan perlengkapan gedung kantor
  • Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor
  • Pembangunan taman, lapangan/fasilitas parkir
  • Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
  • Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas
  • Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat berat
  • Program Peningkatan disiplin aparatur, dengan kegiatan :
  • Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya
  • Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu
  • Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur, dengan kegiatan :
  • Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan
  • Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dengan kegiatan :
  • Penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
  • Penyusunan pelaporan keuangan semesteran dan akhir tahun
  • Program perencanaan dan penganggaran SKPD, dengan kegiatan :
  • Penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran SKPD.

 

  1. Permasalahan Utama

Pelaksanaan pembangunan sektor Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tahun 2016 – 2021 dapat memberikan manfaat maupun dampak positif yang bisa dirasakan oleh nelayan, pembudidaya maupun pelaku usaha perikanan lainnya serta pelaku usaha pertanian, tentunya tidak terlepas dari berbagai permasalahan ataupun kendala yang dihadapi.

Identifikasi permasalahan ini berguna untuk melihat sampai dimana posisi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur saat ini dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam melayani masyarakat dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan dimasa yang akan datang untuk mempertahankan keberhasilan dan mengeliminir kegagalan.

Berbagai faktor lingkungan baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan pembangunan dalam bidang Kelautan, Perikanan dan Pangan di Kabupaten Luwu Timur secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :

 

  1. Kualitas dan Kuantitas sumber daya manusia belum optimal.

Belum optimalnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia aparatur Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Luwu Timur, masih membutuhkan pendidikan dan latihan teknis perikanan terutama pada tingkat jabatan fungsional atau para penyuluh perikanan karena merupakan ujung tombak dilapangan yang berhadapan langsung dengan petani nelayan yang masih memerlukan pembinaan.

  1. Belum optimalnya akses permodalan

Dukungan lembaga keuangan dalam membantu permodalan petani/nelayan masih rendah karena menganggap usaha petani/nelayan adalah usaha yang beresiko, sehingga lembaga keuangan kurang berminat. Disamping itu, kurangnya pengetahuan nelayan/pembudidaya ikan untuk mengakses informasi atau mekanisme permodalan selain pembiayaan melalui lembaga financial resmi. Dalam menjalankan usahanya para petani dan petambak memiliki modal yang sangat terbatas. Dengan perkembangan kegiatan pembudidaya rumput laut sekarang ini masih dirasa perlu penambahan modal untuk lebih meningkatkan produktivitas budidaya.

  1. Transformasi informasi belum optimal

Akses informasi yang berkaitan dengan up date teknologi kelautan dan perikanan yang belum optimal berdampak pada tingkat kemampuan produksi dan produktivitas pembudidaya dan nelayan. Keberhasilan pada budidaya udang dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain benur yang digunakan harus bebas dari penyakit, persiapan tambak yang memenuhi CBIB dan memonitoring secara berkala pada masa pemeliharaan. Kegagalan panen pada budidaya yang kadang terjadi karena ketidkatahuannya tentang benur yang sehat, belum menerapkan SOP dan sistem manajemen kualitas air dalam masa pemeliharaan masih kurang.

  1. Rendahnya kualitas produksi industri hasil perikanan dan daya saing usaha.

Produksi perikanan dan jenis rumput laut sebagai bahan dasar kosmetik, pasta gigi, shampoo, kapsul obat, pengharum, film dan industry farmasi. Selain itu, produksi perikanan dari jenis ikan tertentu dapat dijadikan sebagai bahan baku industri pakan sehingga membuka peluang pasar dalam maupun luar negeri terbuka luas. Kegiatan industry pengolahan hasil perikanan seperti cold storage , pabrik rumput laut, industry skala rumah tangga masih sangat terbatas, Walaupun bahan baku cukup tersedia. Keterbatasan industry pengolahan disebabkan oleh faktor sumberdaya manusia dan modal usaha.

  1. Kesempatan kerja dan berusaha tidak seimbang dengan kualitas SDM

Pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan khususnya budidaya membuka akses kesempatan kerja yang cukup besar mengingat potensi lahan dan ketersediaan sarana dan prasana produksi cukup mendukung. Namun demikian, peluang usaha maupun akses lapangan kerja belum diimbangi dengan keterampilan dan ketekunan. Luasan lahan dan peningkatan volume usaha yang tidak ditunjang oleh faktor tenaga kerja yang memadai menyebabkan tingkat produktivitas tidak optimal.   

  1. Sulitnya aspek pemasaran, fluktuasi harga dan biaya produksi.

Fluktuasi harga selain tergantung pada mutu produksi yang dihasilkan juga pada nilai tukar rupiah terhadap nilai dollar khususnya pada komoditas ekspor perikanan seperti udang dan rumput laut. Biaya produksi bergantung pula pada tingkat kenaikan harga kebutuhan sarana produksi bergantung pula pada tingkat kenaikan harga kebutuhan sarana produksi kelautan, perikanan dan pangan. Untuk itu diperlukan standarisasi harga yang dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat. Pemasaran hasil produksi baik ikan bandeng, rumput laut, dan udang umumnya melalui pedagang perantara, sehingga daya tawar petani untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi sangat terbatas. Keterbatasan ini disebabkan karena belum ada lembaga atau wadah yang menangani hasil produksi.

  1. Rendahnya pengetahuan dalam pengendalian hama dan penyakit.

Hama dan penyakit pada komoditi perikanan merupakan kendala yang berpengaruh sangat penting dalam upaya pengendalian mutu hasil produksi. Persyaratan mutu produk kelautan, perikanan dan pangan oleh negara tujuan ekspor lebih ketat harus disikapi dengan pengadaan laboratorium pengendalian mutu dan hama penyakit.

  1. Mening]katnya tekanan pada wilayah pesisir dan laut;

Ekosistem pesisir di Kabupaten Luwu Timur antara lain berupa ekosistem mangrove, ekosistem terumbu karang, dan ekosistem padang lamun. Ketiga jenis ekosistem tersebut, mangrove merupakan salah satunya yang dapat ditemukan disepanjang pesisir, meskipun kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Sementara terumbu karang hanya dijumpai dibeberapa di lokasi saja. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi hidrologi lokasi, dimana terdapat beberapa sungai besar dan kecil yang bermuara di pantai dan mempengaruhi kondisi perairan. Demikian pula halnya dengan padang lamun, dimana tidak semua wilayah pantai dapat ditemukan ekosistem ini.

Beberapa isu-isu utama yang diperoleh melalui data sekunder, wawancara dan observasi lapangan terkait penurunan kualitas sumberdaya wilayah pesisir dan laut akibat aktivitas di daratan dijabarkan dalam RPJMD 2016 – 2021 sebagai berikut :

  1. Penurunan kualitas terumbu karang terjadi dibeberapa spot antara lain; Tanjung Ujung Suso, Mabonta, dan Ujung Tanah di Kec. Burau; Gusung Pasi Maejaeja di Kec. Wotu.
  2. Ancaman degradasi terumbu karang disebabkan oleh penambahan karang untuk material bangunan, sedimentasi serta penggunaan bahan peledak, dan trawl mini terutama oleh nelayan-nelayan pendatang.
  3. Kepadatan dan keanekaragaman jenis karang dan biota asosiasi di Pasi Maeja-eja Kecamatan Wotu mengalami penurunan gratis, hingga kini hanya ditumbuhi alga karena penambangan karang untuk pondasi/bahan bangunan.
  4. Kondisi ekosistem padang lamun mengalami tekanan cukup berat oleh sedimentasi di Pantai Salualla dan sebelah timur muara Sungai Salualla di Kecamatan Wotu.
  5. Potensi abrasi pantai disebagian wilayah pesisir terutama di daerah sebaran mangrove yang telah dialihfungsikan akibat hilangnya green belt/sabuk hijau
  6. Tingginya laju sedimentasin muara sungai berpotensi mengganggu ekosistem pesisir terutama lamun dan terumbu karang
  7. Berkurangnya keanekaragaman hayati;

Keanekaragaman hayati adalah keberagaman spesies makhluk hidup yang tidak hanya mewakili jumlah atau presentasi spesies yang ada disuatu wilayah, tetapi juga meliputi keunikan antar spesies, gen serta ekosistem yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Alih-fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian/perkebunan disadari menimbulkan banyak masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, banjir, kekeringan dan bahkan kepunahan flora dan fauna. Dampak ini dirasakan di Kabupaten Luwu Timur seperti berkurang dan hampir punahnya spesies-spesies endemik. Masalah ini bertambah berat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya luas areal hutan yang dialih-fungsikan menjadi lahan usaha lain.

  1. Ancaman kepunahan sumberdaya ikan di D. Towuti antara lain : (1) penebangan hutan baik secara illegal; (2) industri penggergajian kayu yang menghasilkan limbah saw-mill; (3) industri pertambangan nikel yang menghasilkan limbah; dan (4) penangkapan ikan yang cenderung intensif (Nasution, 2006). Kegiatan ini tentunya akan mempengaruhi lingkungan perairan D. Towuti sebagai tempat hidup berbagai organism akuatik yang dihuni banyak spesies endemik tersebut. Degradasi dan pengrusakan lingkungan.
  2. Adapun fenomena yang terjadi dalam rangka pembangunan ketahanan pangan adalah masih tingginya kekurangan pangan di perdesaan dimusim paceklik, terjadinya fluktuasi harga pangan, rendahnya produksi padi, daging sapi, jagung kedelai, dan gula impor bahan pangan yang masih tinggi. Sedangkan tantangan kedepannya adalah diperkirakan konsumsi pangan masyarakat meningkat dan berkurangnya faktor produksi pertanian serta produktivitas lahan yang terus menurun.

 

BAB II

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018

 

Perjanjian Kinerja Tahun 2018

Penetapan Kinerja merupakan kontrak kinerja yang harus diwujudkan oleh pemerintah daerah dengan tolok ukur keberhasilan kinerja pemerintah daerah yang memuat target indicator utama/sasaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Luwu Timur pada Tahun 2018. 

Perjanjiian  Kinerja  Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Tahun Anggaran 2018 yang merupakan kesanggupan untuk melaksanakan kinerja Indikator Kinerja, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sebagai berikut :

Tabel 11 : Perjanjian kinerja eselon II

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

I

 

Meningkatnya produksi perikanan tangkap.

 

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap

 

 

8.788 ton

 

II

 

Meningkatnya produksi perikanan budidaya

 

Jumlah produksi perikanan budidaya

 

 

308.300 ton

 

III

 

Meningkatnya produksi daya saing produk pengolaha perikanan

 

 

Jumlah produksi pengolahan ikan

 

305 ton

 

IV

 

Tersedianya pangan strategis

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia

 

 

193.738 ton

 

V

 

Tercapainya keamanan pangan

 

Jumlah komoditi pangan segar yang aman sesuai hasil uji laboratorium

 

 

15 varietas

 

VI

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Persentase aparatur yang mengikuti pelatihan kapasitas aparatur yang ditunjang oleh sarana yang mencukupi

 

 

75 %

 

 

Tabel 12 : Perjanjian kerja eselon III Bidang Perikanan Tangkap

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

I

 

Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap 

 

 

8.788 Ton

 

Jumlah masyarakat pesisir yang diberdayakan

 

 

150 orang

 

 

Tabel 13 : Perjanjian kerja eselon III Bidang Perikanan Budidaya

 

No

 

 

Sasaran Strategis

 

Indikator Kinerja

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

I

 

Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya

 

 

308.300 Ton

 

Tabel 14 : Perjanjian kerja eselon III Bidang Diversifikasi Hasil Perikanan

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

I

 

Meningkatnya produksi diversifikasi hasil perikanan.

 

Jumlah Produksi Pengolahan Hasil Perikanan 

 

 

305 Ton

 

 

Tabel 15 : Perjanjian kerja eselon III Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

I

 

 

 

Tersedianya pangan strategis

 

 

 

Jumlah ketersediaan pangan utama setara pangan pokok/ beras

 

 

 

554 ton

 

II

 

Tercapainya keamanan pangan

 

Persentase rumah tangga yang dapat mengakses pangan yang cukup

 

 

 

85 %

 

 

Tabel 16 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Sub Bagian Perencanan

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1.

Meningkatnya rata-rata capaian indikator kinerja program SKPD

Persentase tercapainya sasaran kegiatan sesuai target yang ditetapkan

60 %

2.

Meningkatnya pemenuhan permintaan pelaporan kinerja dan keuangan

Jumlah Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang Tersusun

1 Dokumen

3.

Terpenuhinya dokumen perencanaan dan pelaporan

Jumlah dokumen perencanaan dan penganggaran SKPD yang tersusun

6 Dokumen

 

 

Tabel 17 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Sub Bagian Keuangan

 

No

 

 

Sasaran Strategis

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

 

1

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Jumlah Bulan Pembayaran Gaji dan Tunjangan Kinerja

12 Bulan

 

 

Tabel 18 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

No

Sasaran Program

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya rata-rata capaian indikator kinerja program SKPD

Jumlah instalasi air dan listrik yang berfungsi baik

36 rekening

Jumlah jenis bahan/alat yang disediakan

10 jenis

Jumlah jenis peralatan kerja yang perbaiki

15 unit

Jumlah komponen instalasi listrik/penerangan yang diadakan

50 unit

Jumlah bahan bacaan dan peraturan yang diadakan

240 examplar

Jumlah orang yang mengikuti rapat dan konsultasi ke luar daerah

89 kali

Jumlah tenaga kerja pendukung administrasi/teknis yang aktif

14 orang

Persentase terpenuhinya kebutuhan administrasi kantor

100 %

Jumlah orang yang melakukan kunjungan dalam daerah

110

2

Meningkatnya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana aparatur

Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

Jumlah gedung/kantor yang direhab/dibangun

2 unit

Jumlah kendaraan dinas yang diadakan

3 unit

Jumlah perlengkapan gedung kantor yang diadakan

2 unit

Jumlah pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor yang diadakan

10 unit

Jumlah Gedung kantor yang terpelihara/terehabilitasi

9 gedung

Jumlah Kendaraan yang terpelihara dan berfungsi baik

29 unit

Jumlah Alat berat yang terpelihara dan berfungsi baik

2 unit

3

Meningkatnya kedisiplinan berpakaian aparatur

Jumlah orang yang mendapatkan pakaian khusus/olahraga

46 orang

4

Meningkatnya kapasitas aparatur

Jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan,bimtek,dan diklat

15 orang

 

 

Tabel 19 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi pemberdayaan dan kelembagaan nelayan kecil

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya produksi perikanan tangkap

Jumlah Nelayan dan Pembudidaya yang difasilitasi sertifikat lahan tambak sesuai ketentuan

250 Persil

Jumlah nelayan yang dilatih

25 Orang

Jumlah peserta yang mendapatkan penyuluhan hukum

60 orang

 

2

Meningkatnya Jumlah Masyarakat Pesisir yang diberdayakan

Jumlah Kelompok Nelayan yang mendapatkan pendampingan

15  Kelompok

 

 

Tabel 20 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi Sarana prasarana dan teknologi perikanan tangkap

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya produksi perikanan tangkap

Jumlah Tambatan perahu, TPI, fasilitas pokok dan penunjang PPI yang dibangun/rehab

1 unit

Jumlah bantuan mesin katinting/mesin temple yang disalurkan

210 unit

Jumlah bantuan perahu yang diadakan/disalurkan

10 unit

Jumlah alat tangkap yang diadakan

40 unit

Jumlah life jacket yang diadakan

100 buah

 

 

Tabel 21 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi pemberdayaan dan kelembagaan pembudidaya ikan

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya produksi perikanan budidaya

Jumlah Kelompok yang mendapatkan pendampingan bantuan  /APBN/APBD I (Kelompok)

 

20  Kelompok

Jumlah orang yang mendapatkan informasi hama dan penyakit ikan  dengan memperhatikan keterwakilan jumlah perempuan dan laki-laki (orang )

 

30  orang

Jumlah dokumen data statistik perikanan terkini

12 dokumen

Tabel 22 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi Sarana prasarana budidaya, teknologi dan kesehatan ikan

 

No

 

 

Sasaran Strategis

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatnya produksi perikanan budidaya

Jumlah bibit ikan yang tersalurkan

50.000  Ekor

Jumlah kelompok yang mendapatkan bantuan paket pembudidaya ikan dan rumput laut

19 klp

Jumlah panjang jalan produksi yang dibangun

18 KM

Jumlah jembatan dan plat decker yang dibangun

7 unit

Jumlah sarana dan prasarana yang dibangun

1 unit

Jumlah panjang sarana irigasi tambak yang termanfaatkan

2 KM

 

 

Tabel 23 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi pemasaran dan penanganan pasca panen

No

Sasaran Program

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Optimalnya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan

Jumlah sarana prasarana industri perikanan yang dibangun/direhab

3 unit

Jumlah orang yang mendapatkan bimbingan mutu

120 orang

Jumlah Lokasi pengembangan promosi dan pameran produk hasil perikanan dalam negeri 

4  Kali

 

Tabel 24 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi sarana prasarana dan teknologi pengolahan hasil

 

No

 

 

Sasaran program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendukung Produksi Perikanan

Jumlah Sarana prasarana pokok dan Pendukung Industri perikanan yang dibangun/direhab/diadakan

Tersedianya Jaringan Listrik di Pabrik Rumput   Laut

2 Paket

 

 

Tabel 25 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi ketersediaan dan kerawanan pangan

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman

Jumlah cadangan pangan pemerintah kabupaten setara beras

3.000 Kg

Jumlah lumbung pangan dan lantai jemur yang dibangun

2   Unit

 

 

Tabel 26 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi ketersediaan dan kerawanan pangan

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman

Jumlah cadangan pangan pemerintah kabupaten setara beras

3.000 Kg

Jumlah lumbung pangan dan lantai jemur yang dibangun

2   Unit

 

 

Tabel 27 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi konsumsi dan keamanan pangan

No

Sasaran Program

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Meningkatkan keragaman konsumsi pangan perkapita untuk mencapai gizi seimbang dengan kecukupan energi

Jumlah sampel/bahan terkait pengawasan dan pembinaan keamanan pangan

15 varietas

Jumlah frekuensi pelaksanaan Kegiatan Lomba Cipta Menu pangan local tingkat kab. Prov. dan  Nasional

3 Kali

2

 

 

 

 

Tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman

Jumlah dokumen NBM dan PPH

 

2 dokumen

 

 

 

Tabel 28 : Perjanjian kerja eselon IV Kepala Seksi konsumsi dan keamanan pangan

 

No

 

 

Sasaran Program

 

Indikator Kinerja

 

 

Target

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman

Persentase rekomendasi yang ditindaklanjuti

75 %

Persentase capaian kinerja program

85 %

 

 

BAB III

 

AKUNTABILITAS  KINERJA

 

  1. Capaian Kinerja Organisasi
  2. a) Pengukuran Capaian Kinerja

Pengukuran capaian kinerja Tahun 2018 merupakan pengukuran dan evaluasi terhadap pencapaian kinerja kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur sesuai dengan Perjanjian  Kinerja (PK) tahun 2018 yang telah disepakati bersama, dalam hal ini antara Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan Bupati Luwu Timur.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja pada masing-masing sasaran di peroleh nilai pencapaian kinerja. Penilaian skala yang ditetapkan sebagai parameter keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

x   ≥   85                   : Sangat Berhasil

70 ≤  x < 85             :  Berhasil

55  ≤  x < 70            :  Cukup Berhasil

X < 55                      :  Kurang berhasil   

Pengukuran tersebut menggunakan formulir pengukuran kinerja yang disajikan dalam Tabel .

Tabel 29 : Rata-Rata Capaian Kinerja Sasaran Tahun 2018

No

Sasaran Strategis

Persentase rata-Rata Capaian

1

Meningkatnya produksi perikanan tangkap

114 %

2

Meningkatnya produksi perikanan budidaya

100 %

3

Meningkatnya produksi daya saing produk pengolaha perikanan

102 %

4

Tersedianya pangan strategis

134 %

5

Tercapainya keamanan pangan

185 %

6

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

80 %

 

Secara umum program dan kegiatan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2018 dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang  telah ditetapkan.  Berdasarkan hasil pengukuran pencapaian indikator kinerja pada 3 (tiga) Tujuan dengan 6 (enam) sasaran yang ditetapkan rata-rata capaian di atas 100% sehingga dapat dikatakan Sangat Berhasil.

Capaian kinerja tersebut diuraikan sebagai berikut :

 

Sasaran 1     :      Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap

 

            Tingkat kemiskinan masyarakat pesisir di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan yaitu sebesar 32,4 %, padahal Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar yang seharusnya laut menjadi potensi utama. Dari peta kemiskinan di Indonesia memperlihatkan daerah pesisir merupakan daerah yang yang miskin. Beberapa permasalahan teknis yang menhambat kesejahteraan nelayan antara lain sebagian besar masih nelayan tradisional dengan karakteristik social budaya yang belum kondusif. Kemudian struktur armada penangkapan yang masih didominasi usaha kecil/tradisional dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang rendah.

 

  • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

Dalam dokumen perencanaan yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan pada Tujuan 1 yaitu meningkatnya produksi perikanan dengan Sasaran 1 Meningkatnya produksi perikanan tangkap dengan indikator kinerja sasaran adalah jumlah produksi perikanan tangkap ditaergetkan pada tahun 2018 ini mencapai 8.788 ton dan terealisasi 9.993 ton, berikut tabel perbandingan antara target dan realisasi kinerja sasaran 1 tersebut.

Tabel 30 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton)

 

8.788

 

 

9.993

 

 

114 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

114 %

Analisa pengukuran kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut :

Nilai capaian kinerja dalam mewujudkan tujuan dan sasaran rata-rata adalah lebih dari 100% dengan kategori Sangat Berhasil.

Pencapaian sasaran meningkatnya jumlah produksi perikanan tangkap, rata-rata capaian setiap indikator mencapai 114 6%. Target produksi perikanan tangkap saat ini mencapai 9.993 Ton atau  14%  melebihi target tahun 2018.

 

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya pada sasaran 2 digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 31 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton)

 

8.724

 

8.745

 

9.993

 

              Pada tabel di atas, digambarkan capaian kinerja pada sasaran 1 Meningkatnya produksi perikanan tangkap menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2018 ini, ini dipicu oleh banyak alat tangkap dan sarana alat pembantu penangkapan ikan yang salurkan pada masyarakat nelayan kecil.

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra pada sasaran 1 digambarkan pada tabel 32 berikut ini :

Tabel 32 : Perrbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton)

 

9.993

 

8.832

 

8.875

 

                

 

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

pada sasaran 1 digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 33 : Perrbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton)

 

9.993

 

-

             

 

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan
  1. Faktor pendorong

                 Pada sasaran 1 Dinas Kelautan, Perikanan Kabupaten Luwu Timur, dibebankan pada Bidang Perikanan Tangkap, adapun factor pendorong yang mendongkrak kinerja adalah :

  • Kebijakan pelaksanaan penertiban rumpon terapung skala besar dan aktif di mulut Teluk bone sejak tahun 2016 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang berdampak pada pola migrasi ikan yang sudah mulai normal kembali hingga ke perairan Luwu Timur
  • Kesesuaian akan kebutuhan kelompok Nelayan dalam hal sarana dan prasarana penangkapan ikan yang meningkatkan hasil penangkapan ikan
  • Diversifikasi jenis alat tangkap yang digunakan oleh kelompok nelayan sehingga meningkatkan efektifitas dan produksi hasil penangkapan dan berdampak pada terjaganya kelestarian sumberdaya ikan
  • Kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mendorong peningkatan produksi hasil tangkapan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan melalui bantuan sarana prasarana penangkapan yang sesuai dengan kebutuhan nelayan termasuk penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan
  • Dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas/keterampilan pada nelayan yang mengarah pada pengetahuan penangkapan ikan yang terampil dengan dibekali pengetahuan teknik keselamatan kerja sehingga disamping mampu meningkatkan hasil tangkapan juga dapat meminimalisir kecelakaan kerja
  • Pendampingan yang dilakukan kepada kelompok nelayan yang persuasive sehingga factor pembatas serta kendala yang dihadapi oleh nelayan dapat sesegera mungkin diatasi
  • Jumlah bantuan yang melebihi target kinerja, yaitu pada target pengadaan mesin katinting selama 5 tahun, dari semula 200 unit teralisasi sampai saat ini sudah mencapai 417 unit.
  • Jumlah bantuan sertifikat nelayan yang semula ditargetkan 50 persil, sedangkan realisasi mencapai 200 persil, sebagai agunan nelayan untuk kebutuhan permodalan yang diakses melalui perbankan

 

  1. Faktor penghambat
    • Masih adanya masyarakat pesisir dan nelayan yang terlibat melakukan illegal fishing (pemboman, pembiusan, pemberian bahan kimia dll) yang mengancam kelestarian sumberdaya ikan
    • Masih rendahnya kesadaran masyarakat nelayan untuk menjaga ekosistem lingkungan, sehingga masyarakat nelayan masuk golongan masyarakat yang turut serta dalam menyumbang terhadap pencemaran lingkungan pesisir dan perairan
    • Kebijakan tentang status Badan Hukum bagi kelompok nelayan yang dipersyaratkan, disatu sisi sementara memantapkan kedudukan status dan ketepatan profesi nelayan, namun disisi lain semakin panjang lama dalam pengurusan penerbitan badan hokum kelompok
    • Dibatasinya kewenangan Pemerintah Daerah dalam mengatur dan melakukan kebijakan-kebijakan yang sifatnya meningkatkan kualitas baik lingkungan maupun wilayah penangkapan ikan
    • Kurangnya tenaga pendamping dalam mendukung dan melaksanakan Program-program kegiatan yang telah direncanakan, dimana jumlah nelayan Kabupaten Luwu Timur saat ini mencapai 1.642 Rumah Tangga Perikanan dengan jumlah personil di Bidang Perikanan Tangkap hanya 7 orang, sehingga realisasi program dan kegiatan belum optimal dilakukan

 

  1. Alternatif solusi
  • Sosialisai dan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian dari tindakan illegal fhising harus terus dilakukan kepada masyarakat pesisir dan Nelayan
  • Perlu kebijakan pelimpahan kewenangan dalam hal pengurusan pembentukan Badan Hukum untuk kelompok Nelayan, cukup dilakukan di tingkat Daerah
  • Dukungan kegiatan baik fisik dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan terutama pesisir dan pantai kea rah laut yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, sehingga wilayah yang membutuhkan sarana prasarana dalam rangka kemidahan masyarakat dan Nelayan dalam beraktifitas dapat direalisasikan dengan cepat, sehingga dapat berimbas pada peningkatan hasil tangkapan Nelayan
  • Penambahan personil tenaga pendamping diperlukan dalam rangka merealisasikan program-program dan kegiatan yang telah direncanakan
  • Dukungan Pemerintah Daerah dalam hal ini penentu kebijakan dalam memberikan ruang serta kebijakan anggaran terhadap program dan kegiatan yang telah direncanakan terkhusus pada Bidang Perikanan Tangkap dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Nelayan.

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumberdaya aparatur

Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur tahun 2018 khusus pada bidang perikanan tangkap yang menangani dan bertanggungjawab atas Sasaran 1 yaitu Meningkatnya produksi perikanan tangkap terdiri atas 1 orang kepala bidang, 2 orang kepala seksi dan 1 orang staf ASN serta 4 orang tenaga upah jasa.

  1. Sarana dan perlatan kerja utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada bidang perikanan tangkap antara lain dapat dilihat pada tabel 34 di bawah ini :

Tabel 34 : Sarana dan peralatan kerja utama

NO

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1.

Kendaraan roda dua

3 unit

2.

Speed boat

1 unit

3.

Laptop

3 unit

4.

Komputer PC

1 unit

5.

Bangsal Pelelangan ikan

2 unit

6.

Balai pertemuan nelayan

1 unit

7.

Dermaga Perikanan

2 unit

8.

PPI/TPI/Tambatan Perahu

8 unit

9.

Radio / HT

5 unit

10.

SPDN

2 unit

11.

Kios PPI

1 unit

 

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 1

 

Indikator Kinerja Sasaran 1 dicapai sebagai berikut :

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap  sebesar 9.993 ton dari target rencana sebesar  8.788 Ton atau tercapai 114 %.

Pencapaian ini ditunjang oleh Program

  1. Program Pengembangan Perikanan Tangkap dengan kegiatan :
  2. Pengembangan sarana prasarana penangkapan ikan (KP 1) dengan indikator kinerja Jumlah bantuan mesin katinting/mesin tempel yang disalurkan dari target 80 unit dapat terealisasi menjadi 274 unit.
  3. Pendampingan pada kelompok Nelayan perikanan tangkap dengan indikator Jumlah kelompok nelayan yg mendapatkan Pendampingan dari target 12 kelompok terealisasi 45 kelompok
  4. Pembangunan tempat pelelangan ikan dengan indikator Jumlah tambatan perahu/TPI/fasilitas pokok PPI yg dibangun/direhab dari target 1 unit terealisasi 1 unit
  5. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dengan kegiatan :
  6. Pendampingan Sertifikasi nelayan dengan indikator Jumlah nelayan yang difasilitasi sertifikasi lahan dari target 200 persil, terealisasi 200 persil
  7. Peningkatan keterampilan/kapasitas pelaku utama perikanan dengan indikator Jumlah Nelayan Purse Saine yang dilatih dari target 50 orang terealisasi 25 orang
  8. Penyuluhan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya kelautan perikanan dengan indikator kegiatan Jumlah peserta yang mendapatkan penyuluhan hukum dari target 60 orang terealisasi 60 orang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sasaran 2     :      Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya

 

Pada sasaran 2 Rencana strategis Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan adlah meningkatnya produksi perikanan budidaya, sasaran tersebut merupakan syarat utama kesejahteraan petani pembudidaya ikan, Permasalahan yang utama pada Pembudidaya ikan adalah, kerusakan sumberdaya pesisir, rendahnya kemandirian kelembagaan masyarakat serta minimnya infrastruktur pembudidaya ikan, serta tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

 

    • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

 

Pencapaian produksi budidaya pada tahun 2018 melebihi dari target produksi sebesar 0,5 %, perbandingan antara target produksi dan realisasi produksi pada indicator kinerja jumlah produksi pengolahan ikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 35 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

 

308.300

 

 

309.746

 

100,5 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

100,5

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Tabel 36 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

 

43.207

 

308.708

 

309.746

 

 

 

 

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

 

Bila dilihat perbandingan antara realisasi produksi perikanan budidaya tahun 2018 dengan target renstra tahun 2019 dan tahun 2020 menunjukkan realisasi 2018 lebih besar disbanding target renstra 2019, hal ini terjadi karena produksi 2018 mengalami produksi lebih besar dari target karena tingginya animo masyarakat pada budidaya rumput laut. Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra dapat dilihat pada table berikut ini :

 

Tabel 37 : Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

 

309.746

 

309.100

 

309.950

 

                

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

 

Tabel 38 : Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

 

309.746

 

-

             

 

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

 

  1. Faktor pendorong
  2. Adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani pembudidaya (20 kelompok), sehingga terjadi transfer teknologi kepada petani pembudidaya dan mereka dapat melakukan pembudidayaan ikan dengan baik sesuai dengan standar CBIB.
  3. Adanya bantuan sarana budidaya ikan kepada kelompok tani (19 kelompok), seperti sarana bibit udang vannamae, ikan mas, Lele, gurami, rumput laut, mesin, sehingga kelompok tani dapat meningkatkan volume usaha budidaya nya.
  4. Adanya pembinaan terhadap usaha perbenihan rakyat (UPR), sehingga akses pemenuhan kebutuhan benih ikan air tawar yang unggul terpenuhi.
  5. Adanya bantuan prasarana budidaya ikan seperti pembangunan jalan produksi (16 Km) dan jembatan tambak (8 paket), sehingga meningkatkan kelancaran mobilitas sarana produksi dan hasil budidaya kelompok tani.
  6. Adanya sosialisasi tentang pengendalian hama dan penyakit ikan kepada kelompok tani pembudidaya ikan (30 orang), sehingga dapat mengurangi terjadinya resiko gagal panen.
  7. Adanya pembangunan / rehabilitasi balai benih ikan (BBI), sehingga dapat menjamin ketersediaan bibit ikan yang unggul dalam pembudidayaan ikan

 

  1. Faktor penghambat
  2. Adanya hama dan penyakit ikan yang masih sering terjadi dalam usaha budidaya.
  3. Kurangnya kerjasama antara petani pembudidaya ikan dalam usaha pembudidayaan ikan yang berwawasan lingkungan (penanganan kualitas air dan kualitas tanah)
  4. Adanya sarana jalan yang belum memadai, karena terhambat oleh adanya lokasi yang masih daerah hutan lindung serta adanya jalan produksi yang sudah lama dibangun dan telah mengalami kerusakan yang parah.
  5. Ketersediaan pupuk yang masih belum mencukupi kebutuhan petani pembudidaya.
  6. Kurangnya ASN di Bidang Perikanan Budidaya, sehingga penanganan usaha pembudidayaan ikan kurang optimal.
  7. Adanya program Gubernur Sulawesi Selatan yang tidak masuk dalam program kegiatan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam RPJMD, yaitu Program Kebangkitan Udang.

                                                     

 

 

  1. Alternatif Solusi
  2. Diperlukan adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani pembudidaya ikan secara terus menerus dan lebih intensif, sehingga terjadi transfer teknologi yang up to date (teknologi budidaya terkini) kepada kelompok tani pembudidaya ikan.
  3. Diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap pengendalian penyakit ikan serta teknik budidaya ikan berwawasan lingkungan dengan menghadirkan pakar dari lembaga riset dan atau balai budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  4. Diperlukan peningkatan jalan produksi yang telah dibangun dengan pengerasan jalan atau pengkerikilan.
  5. Diperlukan penambahan kuota pupuk untuk budidaya tambak dan sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada kelompok tani pembudidaya ikan.
  6. Diperlukan kegiatan percontohan budidaya udang Windu
  7. Diperlukan studi banding terhadap petani pembudidaya ikan ke daerah yang berhasil melakukan pembudidayaan ikan.
  8. Diperlukan tambahan ASN di bidang Perikanan Budidaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengembangan usaha perikanan budidaya.
  9. Untuk mendukung program kerja Gubernur Sulawesi Selatan, Diperlukan revisi RPJMD dengan memasukkan program kebangkitan udang Windu atau memasukkan Kegiatan percontohan budidaya Udang Windu setiap tahun.

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumberdaya aparatur

Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur tahun 2018 khusus pada bidang perikanan budidaya yang menangani dan bertanggungjawab atas Sasaran 2 yaitu Meningkatnya prsoduksi perikanan budidaya terdiri atas 1 orang kepala bidang, 2 orang kepala seksi dan 2 orang staf ASN yang bertugas di BBI Margolembo dan BBI Towuti  serta 4 orang tenaga upah jasa, selain itu didukung pula oleh tenaga penyuluh perikanan sebanyak 6 orang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan dan 2 orang tenaga penyuluh bantu.

  1. Sarana dan perlatan kerja utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada bidang perikanan Budidaya antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 39 : Tabel Sarana dan prasarana kerja utama

NO

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1.

Kendaraan roda dua

2 unit

2.

BBI

2 unit

3.

Laptop

2 unit

4.

Komputer PC

1 unit

5.

Excavator

2 unit

6.

Balai pertemuan

2 unit

 

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 1

 

Dalam upaya pencapaian sasaran meningkatnya produksi hasil perikanan budidaya, didukung oleh program yaitu :

  • Program Pengembangan Budidaya Perikanan, meliputi kegiatan :
  • Pengembangan bibit ikan unggul
  • Pendampingan pada Kelompok Pembudidaya Ikan,
  • Pengawasan dan pengendalian hama/penyakit ikan
  • Pengembangan sarana produksi budidaya ikan / rumput laut
  • Pembangunan jalan produksi Tambak
  • Pembangunan jembatan tambak dan plat decker
  • Pembangunan/rehabilitasi sarana produksi budidaya
  • Fasilitasi sertifikasi lahan tambak
  • Penyusunan data statistik perikanan

Indikator keberhasila/kegagalan sasaran dan program Pengembangan Budidaya Perikanan adalah jumlah produksi perikanan budidaya. Target kinerja apabila mengacu pada target Indikator kinerja sasaran renstra, maka tercapai realisasi sasaran lebih dari 100 % dari target yang ditetapkan sehingga dikategorikan Sangat Berhasil. Hal tersebut dipicu oleh peningkatan produksi yang cukup tinggi pada sektor perikanan budidaya rumput laut terutama rumput laut E. Cottonii yang meningkat. Tingginya minat masyarakat pada sektor budidaya rumput laut didukung oleh pasar dan harga yang cukup baik dengan siklus produksi yang pendek. Indikator pendukung sasaran ini secara umum lebih baik dari tahun sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sasaran 3 :    Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan

 

Sasaran 3 pada rencana strategis Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan adalah meningkatnya produksi diversifikasi hasil perikanan. Sasaran tersebut dibebankan pada Bidang Diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang diukur pada jumlah produk perikanan berupa hasil olahan perikanan yang di kalengkan, lumat, diasapi dan fermentasi serta dikeringkan (selain rumput laut). Jumlah produk perikanan yang diolah pada tahun 2018 sebesar 305 ton

 

    • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

 

Pencapaian produksi pengolahan hasil perikanan pada tahun 2018 melebihi dari target produksi sebesar 102 %, perbandingan antara target produksi dan realisasi produksi pada indicator kinerja jumlah produksi pengolahan ikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 

Tabel 40 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Jumlah Produksi pengolahan Ikan (ton)

 

305

 

312

 

102 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

102

 

 

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Tabel 41 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Jumlah Produksi pengolahan Ikan (ton)

 

76

 

308

 

312

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

 

Pencapaian kierja tahun 2018 dengan target renstra pada tahun tahun yang akan datang dapat dilihat pada tabel di bawah ini  :

 

Tabel 42 : perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Jumlah Produksi pengolahan Ikan (ton)

 

312

 

306

 

308

 

                

 

 

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Tabel 43 : Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Jumlah Produksi pengolahan Ikan (ton)

 

312

 

-

             

 

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

 

  1. Faktor pendorong
  2. Adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani pengolah hasil perikanan, sehingga terjadi transfer teknologi kepada pengolah hasil perikanan mereka dapat melakukan pengolahan hasil perikanan dengan baik.
  3. Adanya pembinaan terhadap pengusaha pengolahan hasil perikanan, sehingga akses pemenuhan kebutuhan akan bahan olahan yang baik dapat
  4. Adanya sosialisasi manajemen pengelolaan usaha rumah tangga oleh Dinas terkait.

 

  1. Faktor penghambat

 

  1. Keterbatasan jumlah aparatur bidang diversifikasi pengolahan ikan antara lain pada tingkat staf pengelola kegiatan dan petugas teknis lapangan
  2. Pengelohan dan pemasaran hasil perikanan yang belum optimal
  3. Rendahnya mutu dan daya saing produk hasil perikanan

 

  1. Alternatif Solusi
  2. Diperlukan adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani pengolahan hasil perikanan berbasis kearifan local dan sumberdaya alam.
  3. Diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap pengelolaan manajemen usaha pengolahan hasil perikanan serta teknik pengolahan hasil perikanan berwawasan lingkungan dengan menghadirkan pakar dari lembaga riset
  4. Diperlukan studi banding terhadap pengusaha pengolahan hasil perikanan ke daerah yang berhasil melakukan pemasaran secara modern.
  5. Diperlukan tambahan ASN di bidang Perikanan Budidaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengembangan usaha perikanan budidaya.
  6. Melaksanakan program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan
  7. Melaksanakan pembinaan kelompok pemasaran hasil perikanan dan pelaksanaan kegiatan pameran dan ekspo produk perikanan dan pangan.

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumberdaya aparatur

Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur tahun 2018 khusus pada bidang diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang menangani dan bertanggungjawab atas Sasaran 3 yaitu Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan terdiri atas 1 orang kepala bidang, 1 orang kepala seksi dan 1 orang 4 orang tenaga upah jasa.

 

 

  1. Sarana dan perlatan kerja utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada bidang bidang diversifikasi pengolahan hasil perikanan antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 44 : Sarana dan peralatan kerja utama

NO

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1.

Kendaraan roda dua

2 unit

2.

Laptop

2 unit

3.

Komputer PC

1 unit

4.

Pabrik Rumput Laut Gracillaria

1 unit

5.

Gudang rumput laut

2 unit

6.

Pabrik es

2 unit

7.

Pabrik rumput laut

1 unit

8.

Bangsal pengolahan ikan

1 unit

 

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 3

Untuk mencapai sasaran 3, Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur melakukan upaya yaitu melaksanakan program :

  • Program Optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dengan kegiatan :
  • Optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
  • Pembinaan dan pengembangan kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
  • Penyediaan keikutsertaan promosi serta pameran produk perikanan dan pangan

 

 

 

 

 

Sasaran 4     :      Tersedianya Pangan Strategis

 

Istilah rawan pangan (food insecurity) merupakan kondisi kebalikan dari ketahanan pangan (food security) dimana suatu rumah tangga tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kalori minimal yang dibutuhkan ole anggota rumah tangganya.

Kerawanan pangan merupakan isu multidimensional yang memerlukan analisis dari berbagai parameter yang tidak hanya produksi dan ketersediaan pangan saja. Meskipun tidak ada secara spesifik untuk mengukur ketahanan pangan, kompleksitas ketahanan pangan dapat disederhanakan dengan menitikberatkan pada tiga dimensi yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu ketersediaan pangan dan akses pangan oleh rumah tangga dan pemanfaatannya.

Guna melaksanakan ketentuan pasal 28 ayat (4), pasal 43, pasal 48 ayat (2), pasal 52 ayat (2), pasal 54 ayat (3), pasal 112, pasal 116 dan pasal 131 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur melakukan upaya untuk penanganan kerawanan pangan dengan melakukan kegiatan Pengembangan Cadangan Pangan Daerah.

 

    • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

 

Adapun perbandingan antara cadangan pangan daerah yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2016 – 2021 sebagaimana perbandingan target dan realisasi tergambar pada tabel dibawah ini.

 

Tabel 45 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia (Ton)

 

193.738

 

259.389

 

 

134 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

134 %

 

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya pada sasaran 2 digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 46 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia (Ton)

 

193.744

 

204.693

 

259.389

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

 

Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra pada sasaran 4 digambarkan pada tabel 47 berikut ini :

Tabel 47 : Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia (Ton)

 

259.389

 

195.288

 

218.880

 

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Perlu diketahui bahwa perhitungan Standar Nasional pada sasaran 6 tersebut diatas adalah rata-rata kebutuhan perkapita dalam memenuhi cadangan pangan pada pangan utama yaitu beras yang dihitung dengan jumlah penduduk Kabupaten Luwu Timur. Adapun perbandingannya sebagai berikut :

Tabel 48 : Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Jumlah pangan strategis yang tersedia (Ton)

 

9.993

 

8.832

             

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

 

  1. Faktor pendorong
  2. Adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani, sehingga terjadi transfer teknologi kepada petani sehingga mereka dapat melakukan dengan baik.
  3. Tersedianya sarana dan prasarana pertanian, sehingga akses pangan terakses dengan mudah dan baik.
  4. Cadangan pangan Pemerintah Daerah terkelola dengan baik
  5. Sarana lumbung pangan dikelola dengan baik oleh kelompok tani
  6. Analisis Neraca Bahan Makanan tersedia setipa tahun guna menyusun kebujakan Pemerintah Daerah terkait ketersediaan pangan
  7. Dewan ketahanan pangan bekerja secara optimal guna menunjang kebijakan Pemerintah Daerah dalam hal penanganan ketersediaan pangan

 

  1. Faktor penghambat

 

  1. Tidak adanya data stok pangan strategis yang tersedia
  2. Perhitungan ketersediaan pangan terkendala oleh tidak adanya data dari pos ekonomi yang ada di perbatasan Kabupaten
  3. Beberapa komoditi pangan strategis yang Keterbatasan jumlah aparatur bidang ketersediaan dan keamanan pangan antara lain pada tingkat staf pengelola kegiatan dan petugas teknis lapangan serta pengelola gudang beras
  4. Terdapatnya beberapa wilayah yang rentan pangan masuk dalam wilayah hutan konservasi.
  5. Perhitungan stok ketersediaan pangan sangat sulit dilakukan dikarenakan tidak adanya pos ekonomi di perbatasan wilayah kabupaten
  6. Luasnya wilayah dengan kontur pegunungan dan akses distribusi yang tidak memadai menambah tingginya biaya distribusi pangan.

 

 

 

 

  1. Alternatif Solusi
  2. Diperlukan ada petugas di pos ekonomi untuk mendata barang/pangan yang keluar dan masuk dalam Kabupaten Luwu Timur
  3. Diperlukan adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani berbasis kearifan local dan sumberdaya alam.
  4. Mengusulkan penambahan cadangan pangan daerah guna memenuhi kebutuhan akan cadangan pangan daerah
  5. Mengusulkan penambahan biaya operasional pada kegiatan cadangan pangan daerah
  6. Diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap petani serta teknik pertanian berwawasan lingkungan dengan menghadirkan pakar dari lembaga riset
  7. Diperlukan studi banding terhadap patani ke daerah yang berhasil melakukan pertanian secara modern.
  8. Diperlukan tambahan ASN di bidang ketersediaan dan keamanan pangan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
  9. Melaksanakan program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan
  10. Melaksanakan pembinaan kelompok pemasaran hasil perikanan dan pelaksanaan kegiatan pameran dan ekspo produk perikanan dan pangan

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumber Daya Aparatur

        Dinas kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2017 khusus pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan yang menangani dan bertanggung jawab  atas sasaran 4 yaitu “Mempertahankan Ketersediaan Energi Pangan Masyarakat untuk mewujudkan Ketersediaan Cadangan Pangan daerah Guna Mengurangi Daerah Rawan Pangan” terdiri atas 1 orang Kepala Bidang, 3 orang kepala seksi dan 1 orang staf serta 1 orang operator komputer

  1. Sarana dan Peralatan Kerja Utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan antara lain dijelaskan dengan tabel dibawah ini :

Tabel 49 : Sarana dan peralatan kerja utama

 

No.

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1

Komputer PC

1 unit

2

Laptop

-unit

3

Printer

-unit

4

Kendaraan roda 2

2 unit

5

Lumbung Pangan

7 unit

6

Lantai Jemur

 7 unit

 

Perlu diketahui bahwa pada akhir tahun 2017 Badan Ketahanan Pangan bergabung dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan membentuk satu Bidang yaitu Bidang Ketersediaan dan keamanan pangan bergabung dengan Bidang, sehingga sarana dan peralatan kerja utama sangat minim, bahkan sampai saat ini meja kerja hanya 1 unit yang terdaftar pada Asset, kesemua asset yang sebelumnya diserahkan pada Sekretaris Daerah.

 

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 4

 

Dalam upaya pencapaian sasaran 4 Tersedianya Pangan Strategis, didukung oleh program yaitu :

  • Program pengembangan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan, dengan kegiatan :
  • Rapat koordinasi dewan ketahanan pangan
  • Pendampingan Ketahanan Pangan
  • Pengembangan cadangan pangan daerah
  • Pengembangan lumbung pangan Desa dan sarana pendukungnya
  • Penyusunan dan analisis Neraca Bahan Makanan
  • Pemetaan ketahanan dan kerawanan pangan
  • Pengembangan Desa Mandiri Pangan
  • Penanganan Kerawanan dan Kerentanan Pangan
  • Program pengembangan distribusi dan harga pangan, dengan kegiatan :
  • Pengembangan model distribusi pangan yang efisien
  • Pengembangan dan pengelolaan informasi harga pangan strategis
  • Fasilitasi dan Penyusunan Sistem Kewaspaan Pangan dan Gizi

 

Indikator keberhasilan/kegagalan sasaran dan program pengembangan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan adalah tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman dalam 1 tahun anggaran. Target kinerja apabila mengacu pada target indikator kinerja sasaran  Renstra, maka tercapai realisasi sasaran sebesar 56 % dari target yang ditetapkan sehingga dikategorikan Cukup Berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sasaran 5  :  Tercapainya Keamanan Pangan

 

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pengawetan pangan dengan menambahkan zat kimia merupakan teknik yang relative sederhana dan murah, cara ini terutama bermanfaat bagi wilayah yang tidak mudah menyediakan sarana penyimpanan pada suhu rendah (refrigrasi). Sebaliknya, kekhatiran akan keamanan zat kimia yang biasa digunakan dalam pengawetan pangan telah mendorong sejumlah Negara untuk membatasi atau melarang penggunaan dalam pangan (WHO, 1991).

Disamping itu istilah Pola Pangan Harapan (PPH) adalah susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energy dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan. PPH merupakan instrument untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan kedepan, dengan mempertimbangkan aspek social, ekonomi, budaya dan preferensi konsumsi pangan masyarakat, selain itu PPH juga dapat dijadikan acuan untuk menentukan sasaran dalam perencanaan dan evaluasi penyediaan khususunya produksi pangan.

 

    • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

 

Adapun perbandingan antara cadangan pangan daerah yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2016 – 2021 sebagaimana perbandingan target dan realisasi tergambar pada tabel dibawah ini.

 

 

Tabel 50 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Jumlah komoditi pangan segar yang aman sesuai hasil uji Laboratorium (varietas)

 

7

 

13

 

 

185 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

185 %

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya pada sasaran 2 digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 51 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Jumlah komoditi pangan segar yang aman sesuai hasil uji Laboratorium (varietas)

 

193.744

 

204.693

 

259.389

 

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

 

Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra pada sasaran 4 digambarkan pada tabel 52 berikut ini :

Tabel 52 : Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Jumlah komoditi pangan segar yang aman sesuai hasil uji Laboratorium (varietas)

 

12

 

13

 

7

                

 

 

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar Nasional sasaran 5 tersebut diatas adalah jumlah komoditi pangan segar yang dikonsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Adapun perbandingannya sebagai berikut :

Tabel 53 : Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Jumlah komoditi pangan segar yang aman sesuai hasil uji Laboratorium (varietas)

 

13

 

12

             

 

 

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

                       

  1. Faktor pendorong
  2. Adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani, sehingga terjadi transfer teknologi kepada petani sehingga mereka dapat melakukan dengan baik dan benar serta ramah lingkungan
  3. Kunjungan pengambilan sampel pada pasar-pasar tradisional yang di kabupaten luwu timur
  4. Reaksi pasar tradisional terhadap komoditi pangan segar yang sangat tingi
  5. Tindakan terhadap reaksi pasar mengharuskan komoditi pangan segar harus bebas dari bahan-bahan logam berat dan pengawet lainnya
  6. Tersedianya sarana dan prasarana pertanian, sehingga akses pangan terakses dengan mudah dan baik yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengangkut komoditi tersebut ke pasar-pasar tradisonal
  7. Sarana lumbung pangan dikelola dengan baik oleh kelompok tani sehinga komoditi beras masih awet pada waktu musim paceklik

 

 

 

 

 

  1. Faktor penghambat

 

  1. Produkduktifitas komoditi pangan segar terus digenjot oleh masyarakat, yang mengharuskan menggunakan baha-bahan kimia untuk pemupukan dan pestisida
  2. Beberapa komoditi pangan segar tidak tahan lama, sehingga mengharuskan memaki pengawet
  3. Permintaan akan pangan segar semakin meningkat seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk, sementara lahan pertanian tidak bertambah secara signifikan yang mengakibatkan keharusan untuk intensifikasi pada lahan pertanian
  4. Tidak terkendalinya jumlah pangan segar yang masuk dalam wilayah Kabupaten Luwu Timur yang memungkinkan masuknya pangan segar yang tercemar oleh logam-logam berat dan mengandung formalin

 

  1. Alternatif Solusi
  2. Diperlukan ada petugas di pos ekonomi untuk mendata barang/pangan yang keluar dan masuk dalam Kabupaten Luwu Timur
  3. Diperlukan adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani berbasis kearifan local dan sumberdaya alam.
  4. Mengusulkan penambahan cadangan pangan daerah guna memenuhi kebutuhan akan cadangan pangan daerah
  5. Diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap petani serta teknik pertanian berwawasan lingkungan dengan menghadirkan pakar dari lembaga riset
  6. Diperlukan studi banding terhadap patani ke daerah yang berhasil melakukan pertanian secara modern dan ramah lingkungan
  7. Diperlukan tambahan ASN di bidang ketersediaan dan keamanan pangan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumber Daya Aparatur

        Dinas kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2017 khusus pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan yang menangani dan bertanggung jawab  atas sasaran 4 yaitu “Mempertahankan Ketersediaan Energi Pangan Masyarakat untuk mewujudkan Ketersediaan Cadangan Pangan daerah Guna Mengurangi Daerah Rawan Pangan” terdiri atas 1 orang Kepala Bidang, 3 orang kepala seksi dan 1 orang staf serta 1 orang operator komputer

  1. Sarana dan Peralatan Kerja Utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan antara lain dijelaskan dengan tabel dibawah ini :

Tabel 54 : Sarana dan peralatan kerja utama pada Bidang Ketersediaan Dan Keamanan Pangan

No.

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1

Komputer PC

1 unit

2

Laptop

-unit

3

Printer

-unit

4

Kendaraan roda 2

2 unit

5

Lumbung Pangan

7 unit

6

Lantai Jemur

 7 unit

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 4

 

Dalam upaya pencapaian sasaran 4 Tersedianya Pangan Strategis, didukung oleh program yaitu :

  • Program pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan, dengan kegiatan :
  • Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan
  • Peningkatan mutu dan keamanan pangan
  • Internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan
  • Penyusunan dan analisis Pola Pangan Harapan (PPH)
  • Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

 

Indikator keberhasilan/kegagalan sasaran dan program pengembangan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan adalah tersedianya cukup pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupun mutunya serta aman dalam 1 tahun anggaran. Target kinerja apabila mengacu pada target indikator kinerja sasaran  Renstra, maka tercapai realisasi sasaran sebesar 56 % dari target yang ditetapkan sehingga dikategorikan Cukup Berhasil.

 

Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  • Program pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan, dengan kegiatan :
  • Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan
  • Peningkatan mutu dan keamanan pangan
  • Internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan
  • Penyusunan dan analisis Pola Pangan Harapan (PPH)
  • Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

 

Sasaran 6 :    Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

Meningkatnya pelayanan pada Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2018 dapat dilihat dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayan publik yang ada di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan, bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan pada Tahun 2018 yaitu pelayanan pemberian rekomendasi penerbitan Surat Izin  Usaha Penangkapan Ikan (SIUPI) kepada pemilik kapal secara gratis. Rekomendasi tersebut akan diteruskan ke Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu untuk menerbitkan SIUPI.

  • Persentase Penyampaian SPJ/ Laporan yang tepat waktu sebesar 100% dari target rencana sebesar 100%
  • Penyampaian SPJ / Laporan dilaksanakan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan antara lain laporan realisasi kegiatan dan keuangan, laporan DAK, Laporan Fisik dan non Fisik, dan laporan lainnya yang dikirimkan secara rutin baik mingguan, bulanan, triwulan dan tahunan

 

    • Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini

 

Adapun perbandingan antara kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2016 – 2021 sebagaimana perbandingan target dan realisasi tergambar pada tabel dibawah ini.

 

 

Tabel 55 : Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 :

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

70 %

 

80 %

 

 

114 % 

Persentase Capaian Rata – rata

 

 

134 %

  • Perbandingan capaian kinerja dengan tahun-tahun sebelumnya

Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya pada sasaran 2 digambarkan pada tabel 56 berikut ini :

Tabel 56 : Perbandingan capaian kinerja dengan tahun – tahun sebelumnya

Indikator Kinerja

Capaian 2016

Capaian 2017

Capaian 2018

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

65 %

 

70 %

 

80 %

 

 

 

  • Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target renstra

 

Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra pada sasaran 6 digambarkan pada tabel 57 berikut ini :

Tabel 57 : Perbandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan target Renstra

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Target 2019

Target 2020

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

80 %

 

75 %

 

80 %

                

 

  • Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional dapat dilihat pada table 58 sebagai berikut :

Tabel 58 : Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 dengan standar nasional

Indikator Kinerja

Realisasi 2018

Standar Nasional

 

Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

 

80 %

 

75 %

  • Analisa penyebab peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

 

Tercapainya Indikator Kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan sebesar 100% dari target rencana sebesar 100 %

Meningkatnya pelayanan pada Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2018 dapat dilihat dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayan publik yang ada di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan, bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan pada Tahun 2018 yaitu pelayanan pemberian rekomendasi penerbitan Surat Izin  Usaha Penangkapan Ikan (SIUPI) kepada pemilik kapal secara gratis. Rekomendasi tersebut akan diteruskan ke Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu untuk menerbitkan SIUPI.

Persentase Penyampaian SPJ/ Laporan yang tepat waktu sebesar 100% dari target rencana sebesar 100%. Penyampaian SPJ / Laporan dilaksanakan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan antara lain laporan realisasi kegiatan dan keuangan, laporan DAK, Laporan Fisik dan non Fisik, dan laporan lainnya yang dikirimkan secara rutin baik mingguan, bulanan, triwulan dan tahunan

                       

  1. Faktor pendorong
  2. Adanya pendampingan teknologi kepada kelompok tani, sehingga terjadi transfer teknologi kepada petani sehingga mereka dapat melakukan dengan baik dan benar serta ramah lingkungan
  3. Kunjungan pengambilan sampel pada pasar-pasar tradisional yang di kabupaten luwu timur
  4. Reaksi pasar tradisional terhadap komoditi pangan segar yang sangat tingi
  5. Tindakan terhadap reaksi pasar mengharuskan komoditi pangan segar harus bebas dari bahan-bahan logam berat dan pengawet lainnya
  6. Tersedianya sarana dan prasarana pertanian, sehingga akses pangan terakses dengan mudah dan baik yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengangkut komoditi tersebut ke pasar-pasar tradisonal
  7. Sarana lumbung pangan dikelola dengan baik oleh kelompok tani sehinga komoditi beras masih awet pada waktu musim paceklik

 

 

 

 

  1. Faktor penghambat

 

  1. Keterbatasan jumlah aparatur sekretariat antara lain pada tingkat pelaksana pada sub bagian umum dan kepegawaian, sub bagian perencanaan dan sub bagian keuangan
  2. Sumberdaya manusia yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu pada tataran struktural.
  3. Kurangnya pelatihan pada masing-masing bidang dan pelaksana

 

  1. Alternatif Solusi
  2. Mengusulkan penambahan tenaga pelaksana pada secretariat yang didistribusikan pada sub bagian umum dan kepegawaian, sub bagian perencanaan dan sub bagian keuangan
  3. Melakukan pembelajaran pada masing-masing subbagian dan pelaksana yang sesuai dengan tataran struktural jabatan
  4. Melakukan pelatihan minimum 20 jam pada tiap orang dalam 1 tahun anggaran

 

  • Analisis efisiensi penggunaan sumberdaya
  1. Sumber Daya Aparatur

        Dinas kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2017 khusus pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan yang menangani dan bertanggung jawab  atas sasaran 4 yaitu “Mempertahankan Ketersediaan Energi Pangan Masyarakat untuk mewujudkan Ketersediaan Cadangan Pangan daerah Guna Mengurangi Daerah Rawan Pangan” terdiri atas 1 orang Kepala Bidang, 3 orang kepala seksi dan 1 orang staf serta 1 orang operator komputer

  1. Sarana dan Peralatan Kerja Utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja. Sarana dan peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan khususnya pada Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan antara lain dijelaskan dengan tabel dibawah ini :

Tabel 59 : Sarana dan peralatan kerja utama

No.

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1

Komputer PC

1 unit

2

Laptop

-unit

3

Printer

-unit

4

Kendaraan roda 2

2 unit

5

Lumbung Pangan

7 unit

6

Lantai Jemur

 7 unit

 

  • Analisis program/kegiatan yang menunjang pencapaian Sasaran 6

 

Dalam upaya pencapaian sasaran 6 Tersedianya Pangan Strategis, didukung oleh program yaitu :

  • Program pelayanan administrasi perkantoran, dengan kegiatan :
  • Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik
  • Penyediaan jasa kebersihan kantor
  • Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
  • Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
  • Penyediaan bahan bacaan
  • Rapat koordinasi keluar daerah
  • Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis
  • Penyediaan penunjang administrasi kesekretariatan SKPD
  • Monitoring dan evaluasi
  • Kunjungan kerja dalam daerah

 

  • Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan kegiatan :
  • Pembangunan gedung kantor
  • Pengadaan kendaraan dinas operasional
  • Pengadaan perlengkapan gedung kantor
  • Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor
  • Pembangunan taman, lapangan/fasilitas parkir
  • Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
  • Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas
  • Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat berat
  • Program Peningkatan disiplin aparatur, dengan kegiatan :
  • Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya
  • Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu
  • Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur, dengan kegiatan :
  • Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan
  • Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dengan kegiatan :
  • Penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
  • Penyusunan pelaporan keuangan semesteran dan akhir tahun
  • Program perencanaan dan penganggaran SKPD, dengan kegiatan :
  • Penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran SKPD.

 

Perbandingan realisasi kinerja Tahun 2018 dengan Rencana Strategis Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur disajikan dalam table 60 Perbandingan Capain Kinerja Terhadap Renstra (2016 - 2018)  sebagai berikut ;

 

Tabel 60: Perbandingan Capaian Kinerja Terhadap Renstra (2018 – 2021)

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET DAN CAPAIAN TAHUN KE -

CAPAIAN 2011 - 2018

Target

Realisasi

Target

Realisasi

Target

Realisasi

Target

Target

 

Target

Realisasi

%

2016

2016

2017

2017

2018

2018

2019

2020

 

Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap

8785

 

8832

 

8875

 

8918

8918

 

 

 

 

Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya

306654

30

308708

60

309634

90

310.562

311.493

 

120

120

100%

 Meningkatnya produksi Diversifikasi Hasil Perikanan

Jumlah Produksi pengolahan Ikan

Klp

Klp

Klp

Klp

Klp

Klp

Klp

Klp

 

Klp

Klp

 

 Tersedianya Pangan Strategis

Jumlah pangan strategis yang tersedia

               

 

     

 Tercapainya Keamanan Pangan

Jumlah Komoditi Pangan Segar yang aman sesuai Hasil Uji Lab.

               

 

     

 Meningkatnya kualitas SDM aparatur dan penerapan tata kelola perangkat daerah yang baik

Persentase rata-rata capaian indikator sasaran SKPD

3,127

3,250

4,170

4,170

5,734

5,781

6,776

6,081

 

7,298

7,205

98%

 

  1. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
  2. Sumber Daya Aparatur

Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2018 memiliki 25 pegawai PNS dan 1 orang tenaga kontrak pendamping, 11 orang tenaga kontrak Daerah.  Berdasarkan kepangkatan, sumber daya aparatur di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan belum cukup memadai 16% merupakan Golongan IV, 64% merupakan Golongan III dan 20% merupakan golongan II.

Menurut tingkat pendidikan Pegawai Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan terdiri dari 4 orang pasca sarjana, 16 orang sarjana dan 5 orang setara SLTA.

 

Gambar 2 : Jumlah pegawai menurut tingkat pendidikan Tahun 2018

 

Berdasarkan data kepegawaian diatas dapat disimpulkan bahwa menurut pendidikannya sumber daya aparatur cukup memadai yaitu ditunjang oleh 16%  berpendidikan S2, dan 55 % berpendidikan S1, akan tetapi bila ditinjau dari jumlah, pegawai di Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan belum mencukupi kebutuhan terutama pada kebutuhan staf dan petugas teknis lapangan. 

 

 

  1. Sarana dan Peralatan Kerja Utama

Penunjang kelancaran operasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dengan sarana dan peralatan kerja.  Sarana dan Peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan antara lain dijelaskan dengan tabel 61 di bawah ini :

Tabel 61 : Peralatan kerja pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan

No.

Jenis & Nama Sarana Peralatan Kerja

Jumlah/Satuan

1

Gedung Dinas/Kantor PPI

1 Bidang

2

Kendaraan Operasional roda 4

2 Unit

3

Kendaraan Roda 2

12 Unit

4

Speed Boat

3 unit

5

BBI

1 unit

6

Pos Pengawas

2 unit

7

TPI/Tambatan/PPI

8 unit

8

Gudang Rumput Laut

2 unit

9

Pabrik Es

2 unit

10

Laptop

12 unit

11

Radio/HT

5 unit

12

Komputer PC

2 Unit

13

SPDN

1 unit

14

Kantin Koperasi

1 unit

15

Excavator

2 unit

16

Balai Pertemuan

1 unit

17

Dermaga PPI

2 unit

18

Bangsal Pengolahan

1 unit

19

Ice Storage

2 unit

20

Pabrik Rumput Laut

1 Unit

 

 

 

 

 

  1. Realisasi Anggaran

 

Pengelolaan keuangan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan meliputi Pendapatan dan Belanja.  Akuntabilitas keuangan Tahun Anggaran 2018 dapat digambarkan bahwa target capaian kinerja anggaran secara keseluruhan adalah 91,92 % yang dihitung berdasarkan jumlah pagu anggaran setelah perubahan yaitu Rp. 19,641.146.653,- dibagi dengan jumlah realisasi anggaran sebesar       Rp. 21.367.177.727,-.

Sedangkan dari sisi pendapatan dalam tahun anggaran 2018, Realisasi Pendapatan Asli Daerah tercapai sebesar  Rp.  175.624.000,- dengan tingkat capaian 104,55 % dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar                      Rp. 167.966.000,- terjadi pencapaian target Pendapatan yang optimal. Belanja dan Pendapatan dapat dilihat sebagaimana digambarkan pada tabel berikut :

Tabel : 62 : Target dan Realisasi belanja dan pendapatan

Uraian

Target

Realisasi

Persentase

Belanja

21.367.177.727,-

19,641.146.653,-

91,92 %

Pendapatan

167.966.000,-

175.624.000,-

104,55 %

 

Jenis Belanja yang ada di SKPD Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan adalah Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.  Realisasi belanja tidak langsung mencapai realisasi 91,27 % sementara realisasi untuk belanja langsung mencapai 92,03 %,  sebagaimana disajikan pada tabel berikut :

Tabel 63 : Jenis belanja dan realisasi

Jenis Belanja

Jumlah Anggaran (Rp)

Realisasi (Rp)

Persentase

Belanja Tidak Langsung

3.138.048.216,-

2.864.110.389,-

91,27 %

Belanja Langsung

18.229.129.511,-

16.777.036.264,-

92,03 %

Jumlah

21.367.177.727,-

19,641.146.653,-

91,92 %

 

Objek Belanja Langsung dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan berupa pelaksanaan dari 13 program yang ditetapkan dalam penetapan kinerja pada awal tahun dan mengalami perubahan anggaran dalam tahun berjalan sebagaimana yang dipaparkan dalam tabel 64 berikut :

 

Tabel  64 : Realisasi Anggaran Program berdasarkan Dokumen Perubahan 

No.

Program

Anggaran Sebelum Perubahan (Rp)

Anggaran Setelah Perubahan (Rp)

Realisasi (Rp)

%

1

Program Pelayanan Adminitrasi Perkantoran

          1,223,630,000,-

 

          1,085,629,000,-

 

           1,034,472,176,-

 

 

95.29

 

2

Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

          1,545,216,000,-

 

          1,450,949,428,-

 

           1,352,526,380,-

 

 

93.22

 

3

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

            11,500,000,-

 

            11,380,032,-

 

             11,380,000,-

 

 

100.00

 

4

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

          50,675,000,-

 

            53,910,000,-

 

             34,612,500,-

 

 

64.20

 

5

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

            4,000,000,-

              4,000,000,-

              4,000,000,-

 

100.00

6

Program Perencanaan Dan Penganggaran SKPD

            10,000,000,-

 

10,050,000,-

9,825,000,-

98.25

7

Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan)

          83,940,000,-

          73,980,000,-

           69,892,078,-

 

94.47

8

Program Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dan Keamanan Pangan

            101,565,000,-

            101,565,000,-

             95,390,149

 

93.92

9

Program Pengembangan Ketersediaan Pangan Dan Penanganan Rawan Pangan

          626,395,000,-

            605,595,000,-

             521,412,500,-

 

86.10

10

Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

          150,195,000,-

 

          207,635,000,-

 

          198,807,250,-

 

 

95.75

 

11

Program Peningkatan Kesadaran & Penegakan Hukum Dlm Pendayagunaan Sumber Daya Laut  

       27,110,000,-

 

       27,110,000,-

 

        26,713,900,-

 

 

98.54

 

12

Program Pengembangan Budidaya Perikanan

       6,988,402,650

 

       6,660,162,597,-

 

        5,868,500,151

 

 

88.11

 

13

Program Pengembangan Perikanan Tangkap

       7,980,790,000,-

 

       6,640,323,454,-

 

        6,426,128,050

 

 

96.77

 

14

Program Optimalisasi Pengelolaan Dan Pemasaran Produksi Perikanan

997,070,000,-

1,286,965,000,-

1,113,531,130,-

86.52

15

Program Pengembangankawasan Budidaya Laut, Air Payau, & Air Tawar

9,875,000,-

9,875,000,-

9,845,000,-

99.70

 


  BAB IV

 

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

                  Laporan Kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur merupakan bentuk pencapaian kinerja tahunan yang diukur berdasarkan tingkat keberhasilan dan kegagalan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan dalam pelaksanaan misi untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

                  Pencapaian akuntabilitas kinerja Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2018 untuk semua sasaran  sasaran strategis berikut indikator kinerjanya secara umum cukup bagus.   Rata-rata pencapaian Indikator Kinerja Utama untuk Program Pengembangan Perikanan Budidaya dan program pendukungnya yang menjadi  Indikator sasaran Misi dan Tujuan I ;Sasaran I, mencapai target 114% atau dalam kategori Sangat Berhasil.  Selanjutnya indikator kinerja utama (IKU) untuk Program Perikanan Tangkap dan program pendukungnya yang menjadi indikator sasaran Misi II dan Tujuan II sasaran II, mencapai target 116% atau dalam kategori Sangat Berhasil. Sementara Indikator sasaran Misi II dan Tujuan II ;Sasaran III, yaitu Indikator Program pengembangan pengolahan dan pemasaran ikan dan kegiatan pendukungannya mencapai target 124% atau dalam kategori Sangat Berhasil. Kategori Cukup berhasil dicapai pada indikator kinerja Sasaran Misi III, Tujuan III dan sasaran IV pada Program pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumberdaya kelautan,  dipengaruhi oleh tidak tercapainya target pengadaan sarana prasarana pengawasan yaitu Kapal Pengawas dan Pos Pengawas.  Sementara Misi IV, Tujuan IV ; Sasaran V tercapai dengan kategori Sangat Berhasil dengan indikator mencapai 100% dengan indikator pada ketepatan pelaporan dan SPj serta keberhasil pada Progran pencapaian administrasi perkantoran. Beberapa indikator yang belum terealisasi atau masih dibawa target, namun secara keseluruhan capaian rata-rata kegiatan cukup baik atau memenuhi target yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja.  Jika dibandingkan dengan tahun lalu (2014), maka pencapaian sasaran Tahun 2018 rata-rata lebih baik.

                  Dilihat dari sisi pencapaian akuntabilitas keuangan dalam hal ini, tingkat realisasi keuangan Tahun 2018 untuk mendukung semua sasaran tercapai dengan baik, dimana tingkat realisasi belanja sebesar 91,64%. Dukungan keuangan/pendanaan dari APBD dan APBD perubahan Tahun 2018 sangat membantu untuk mengoptimalkan pencapaian seluruh sasaran strategis yang telah ditetapkan.

                              Evaluasi perbandingan pencapaian sasaran/indikator selama Tahun 2011-2018 terhadap target sasaran/indikator kinerja RENSTRA selama 5 Tahun (2011-2018) secara umum tercapai sangat baik dan proporsional dan diharapkan.  Namun demikian terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain  penetapan program dan kebutuhan prioritas yang terkadang tidak berkesesuaian dengan kesiapan anggaran, aparatur teknis lapangan dan pengelola yang belum mencukupi, kapasitas aparatur yang belum proposional dan tidak ter up date,  serta pemetaan potensi kelautan dan perikanan yang belum lengka

 

  1. Saran
  • Melakukan perencanaan dengan memperhatikan prioritas utama program dan kebutuhan pembangunan pembangunan bidang kelautan perikanan dan Pangan.
  • Mengusulan penambahan aparatur untuk meningkatkan kinerja organisasi Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan antara lain staf pengelola kegiatan dan petugas teknis lapangan.
  • Perlu dilakukan pembinaan, pelatihan dan sosialisasi tentang teknis dan peningkatan usaha kelautan dan perikanan
  • Perlu dilakukan pemetaan potensi kelautan dan perikanan baik secara manual maupun digital melalui metode pemetaan GIS (Geografical Informationa System) atau metode lainnya.

 

 

 

 

Demikianlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini, disusun sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan periode Pertama RENSTRA (2018-2021), yang merupakan wujud peran serta Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan Luwu Timur mendukung Penguatan Otonomi Daerah Kabupaten Luwu Timur.

                                                         

            Malili, 05 Januari 2019

 

KEPALA DINAS

 

 

 

 

            Ir. NURSIH HARIANI

            Pkt. Pembina Utama Muda

            Nip. 19680610 199403 2 014

 

 

 

 

 

Kontak

  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  0474 321005
  Jl. Soekarno Hatta Puncak Indah, Malili

Kunjungi Sosial Media